Pages

07 Oktober 2011

HUTANG....HUTANG.....HUTANG....?

Orang yang biasa berhutang layaknya orang yang berenang menuju kapal yang sedang tenggelam.Seseorang yang terikat dalam perbudakan hutang sama dengan narapidana yang dirantai.

Hutang akan menghancurkan ambisi,meluluh lantakkan percaya diri,memancarkan harapan dan menjadi orang yang tidak beruntung kedalam kegagalan.Ia merupakan momok yang tidak bisa dibayangi sama sekali.

Seorang yang berada dalam perbudakan hutang tidak akan bisa melakukan tindakan terbaiknya,tidak bisa melakukan tindakan yang penuh harapan dan tidak mampu merealisasikan mimpi-mimpinya yang indah.Dia sama tidak berdayanya dengan seorang budak yang diikat oleh ketidakkepedulian atau oleh rantai.

Seseorang yang berada dalam jurang hutang tidak memiliki ‘dorongan’ untuk meraih semua cita-citanya.Dia akan terombang-ambing sejalan dengan perjalanan waktu,membangun batasan dalam pikiranya dan mencari tempat perlindungan dari rasa takut dan keraguan-raguan yang tidak bisa dia hindarkan.

Kebiasaan berhutang merupaakan salah satu musuh bebuyutan umat manusia.Ia seperti pasir hisap yang dilengkapi dengan kekuatan tak nampak namun bisa menenggelamkan para korbannya.ia akan menjadikan manusia merasa takut dengan kemiskinan,melumpuhkan ambisi,menghancurkan rasa percaya diri dan menenggelamkan manusia dalam ketidakberdayaan.Barang siapa yang menggali paling dalam akan paling banyak terkena lumpur.

Harga yang harus dibayar karena menghindari dari hutang akan sangat tinggi.Tragedi berikut ini bisa dijadikan renungan.Seorang mahasiswi yang berusia 21 tahun diduga meminjam uang sebesar Rp.23.000,000,- dari seorang lintah darat untuk diinvestasikan di pasar saham.Ketika harga saham di pasaran it jatuh,maka dia terjebak dalam masalah keuangan yang serius.Ketika didesak untuk mengembalikan pinjamannya,dia akhirnya bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah shoping mall lantai 5.Ini benar-benar terjadi!Hidup dalam batas kemampuan seseorang merupakan prasyarat utama struktur keuangan yang baik,baik dipemerintah,bisnis dan masalah personal.

Tidak ada pengorbanan yang paling besar selain menghindar dari derita yang disebabkan oleh hutang.Orang yang terbebas dari hutang akan terbebas dari segala efek yang bisa dimunculkan oleh hutang tersebut.Roda keberuntungan memiliki sifat kecendrungan untuk berhenti dipintu tepat yang secara financial mandiri.
The Power Of Success : Jonatan Saturo
Catatan Pinggir
Saya setuju dengan tulisan diatas, jika:
1. Hutang / kredit tersebut untuk kebutuhan konsumtif/spekulatif
2. Pendapatan lebih kecil dibanding pengeluaran bulanan ditambah angsuran kredit/hutang.


Bahkan saya telah mengambil manfaat dari Hutang/Kredit.Mungkin jika tidak berhutang/Kredit Pemilikan Rumah(KPR) sampai sekarang saya tidak mempunyai Rumah. Saya berhutang/kredit dengan mempertimbangkan:
1. Kebutuhan mendesak karena telah berkeluarga
2. Biaya ngontrak rumah Rp.500.000,-perbulan
3. Tentunya untuk masa depan.


Setelah saya pertimbangkan, lebih untung berhutang (KPR) , apalagi uang muka dapat diangsur dan rumah tersebut ready stock. Toh..tiap bulan saya harus mengeluarkan uang Rp.500.000,-.  
Begitu juga dengan Kredit Mobil, jika manfaat atau pemasukan dari mobil tersebut bisa melebihi angsuran kredit ..Mengapa Tidak..!!(JAI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar